Pangkalpinang, Jendelapersada.com – Komitmen menghadirkan pendidikan yang merata, bagi seluruh anak terus diperkuat melalui sinergi antara Polsek Gerunggang dan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Lewat Program Ayo Sekolah, sebanyak 56 anak yang sebelumnya putus sekolah kini telah didata dan diajukan untuk kembali melanjutkan pendidikan formal.
Kapolsek Gerunggang, IPTU Ivan Donny, mengatakan pihaknya telah menyerahkan data 56 calon peserta didik kepada Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Meski demikian, kesempatan bagi masyarakat yang masih ingin mendaftarkan anaknya tetap dibuka.
“Untuk data yang kami ajukan ke Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang sebanyak 56 orang. Meskipun data tersebut sudah kami sampaikan, masyarakat yang masih berkeinginan melanjutkan sekolah tetap masih bisa mendaftar. Saya sudah meminta petunjuk kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, dan mereka masih dapat diterima dalam program ini,” ujar Ivan.
Ia menjelaskan, penempatan peserta didik nantinya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi dan jenjang pendidikan terakhir yang pernah ditempuh. Penilaian tersebut mengacu pada nilai rapor terakhir sebelum mereka berhenti bersekolah.
Tak hanya membantu proses pendataan, Polsek Gerunggang juga mengambil peran aktif dengan menjemput bola agar program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ada dua kegiatan yang kami lakukan. Pertama mengantarkan anak-anak untuk mendaftar ke sekolah, dan kedua melaksanakan kegiatan antar jemput sekolah, khususnya bagi anak-anak di Kelurahan Tuatunu. Di sana akses angkutan umum tidak tersedia dan masih ada warga yang belum memiliki kendaraan pribadi. Dengan dukungan Kapolresta Pangkalpinang, kami siap melaksanakan layanan antar jemput sekolah agar anak-anak tetap bisa belajar,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang mengungkapkan bahwa penyebab anak putus sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga hingga masih adanya anak yang sejak awal belum pernah mengenyam pendidikan.
“Permasalahan putus sekolah menjadi perhatian pemerintah pusat. Yang sangat cepat merespons di lapangan adalah Polsek Gerunggang, terutama Kapolseknya. Mereka lebih dulu melakukan pendataan, mengantarkan anak-anak untuk mendaftar ke sekolah, bahkan berkomitmen mengantar dan menjemput mereka setiap hari. Ini menjadi bentuk kepedulian yang sangat kami apresiasi,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana aparat kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga turut mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Dinas Pendidikan, memastikan seluruh peserta didik yang telah terdaftar akan memperoleh fasilitas pendidikan secara gratis. Selain bebas biaya sekolah, para siswa juga akan menerima bantuan perlengkapan sekolah serta biaya personal pendidikan setelah nama mereka masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Fasilitas yang didapatkan pertama adalah bebas biaya sekolah. Setelah terdaftar di Dapodik, mereka juga akan memperoleh bantuan peralatan sekolah dan biaya personal pendidikan per siswa. Saat ini bantuan tersebut masih dalam proses pendataan karena merupakan dana hibah yang disalurkan berdasarkan by name by address. Mudah-mudahan pada akhir Agustus, awal September, atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Pangkalpinang, bantuan tersebut sudah dapat kami bagikan,” jelasnya.
Sinergi antara Polsek Gerunggang dan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menekan angka putus sekolah. Sekaligus membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan belajar. Dengan dukungan seluruh pihak, Program Ayo Sekolah diharapkan terus berlanjut sehingga tidak ada lagi anak di Pangkalpinang yang tertinggal dan memperoleh pendidikan.
Penulis : Iky
Editor : Iky







