Bregodo Bergerak, Gunungan Diarak, Tradisi Jawa Tetap Hidup di Kranggan 1

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan Al Habieb Sayyidina Maulana Ali (Kepala Biro Jendela Persada Kabupaten Sleman, Yogyakarta) 

SLEMAN — Suasana Dusun Kranggan 1, Kalurahan Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Minggu (6/09/2026) siang, berubah lebih semarak. Warga berkumpul di sepanjang jalur kirab. Dari kejauhan, barisan peserta dengan busana tradisional Jawa mulai bergerak. Bregodo berjalan membawa atribut kelompok, sementara gunungan hasil bumi menjadi bagian dari arak-arakan.

Kirab Budaya Merti Dusun Kranggan 1 menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan bahwa tradisi masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya mereka yang tampil di barisan depan, warga yang menyaksikan dari tepi jalan pun ikut menjadi bagian dari suasana.

Berbagai kelompok masyarakat tampil dengan gaya masing-masing. Bregodo RW 28 dan Bregodo RW 29 terlihat mengikuti prosesi dengan busana dan atribut yang telah dipersiapkan.

Di antara barisan tersebut, gunungan hasil bumi menjadi salah satu elemen yang mencuri perhatian. Hasil bumi dibawa dalam prosesi sebagai bagian dari tradisi merti dusun.

Warga tampak antusias mengikuti jalannya kirab. Mereka berkumpul di sekitar rombongan dan menyaksikan setiap bagian prosesi. Ketika hasil bumi dibawa, sejumlah warga terlihat berebutan gunungan.

Bagi warga, momen tersebut bukan semata-mata tentang kemeriahan. Ada kebersamaan yang terbangun ketika masyarakat berkumpul dan mengambil bagian dalam sebuah tradisi yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Ketika Tradisi Menjadi Panggung Kreativitas

Kirab tahun ini mengusung tema “Gumregah Rukun Nyawiji Mbangun Kranggan 1”. Tema tersebut terasa dalam keterlibatan warga. Masing-masing kelompok berusaha menampilkan kreativitas melalui busana, atribut, dan formasi kirab.

Baca Juga :  Pemkot Pangkalpinang Gelar Pasar Murah HUT KORPRI

Ketua RW 27 Dusun Kranggan 1, Adhitya Okviana, melihat adanya perkembangan dalam pelaksanaan kirab dari tahun ke tahun.

“Luar biasa. Alhamdulillah, jadi tiap tahun itu kita ada peningkatan, baik secara antusiasnya masyarakat, perform, dari penampilan dari masyarakat, dan juga rutenya kita lebih jauh,” ujar Adhitya kepada jendelapersada.com.

Menurut dia, perkembangan rute kirab juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperkenalkan potensi Dusun Kranggan 1 kepada warga di wilayah sekitar.

“Jadi kita bisa menampilkan potensi-potensi ini ke dusun-dusun keliling,” katanya.

Kirab budaya tersebut merupakan bagian dari tradisi Merti Dusun Kranggan 1 yang telah berlangsung sejak zaman para leluhur. Namun, bentuk kirab budaya yang dipadukan dengan pagelaran kesenian seperti wayang kulit dan ketoprak mulai dilaksanakan sejak 2017.

Tahun ini, rangkaian kegiatan juga menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Semar Boyong” menghadirkan dalang Ki Hartyo Cermo Raharjo dan Ki Rikhuh Suwarno, serta bintang tamu Apri dan Mimin.

Dengan demikian, tradisi tidak berhenti pada ritual yang diwariskan. Warga menjadikannya sebagai panggung untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

Menjaga Nilai

Di balik keramaian kirab, ada nilai yang ingin terus dipertahankan.

Adhitya berharap Merti Dusun Kranggan 1 dapat memperkuat kerukunan dan persatuan warga. Gotong royong, empati, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang menurutnya penting untuk terus dijaga.

Baca Juga :  Demokrat Pangkalpinang, Bersama Warga Rawabangun Gelar Gotong Royong dan Aksi Sosial

Terutama kepada generasi muda, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan budaya Jawa secara langsung.

Anak-anak tidak hanya melihat budaya sebagai sesuatu yang berada di masa lalu. Mereka dapat menyaksikan orang-orang di lingkungan sendiri mengenakan pakaian tradisional, mengikuti kirab, memainkan kesenian, dan bekerja bersama menyiapkan kegiatan.

Adhitya juga berharap masyarakat memiliki kepedulian bersama terhadap anak-anak yang tumbuh di dusun. Mereka perlu dididik dan diperhatikan tanpa membedakan latar belakang keluarganya.

Harapan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: membangun generasi yang lebih baik tanpa kehilangan akar budayanya.

“Harapannya kita bisa lebih rukun, lebih nyawiji, saling membantu, saling memahami, dan bersama-sama peduli terhadap anak-anak di dusun,” ujar Adhitya.

Merti Dusun Kranggan 1 pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan.

Di jalan dusun, bregodo bergerak dalam barisan. Gunungan hasil bumi diarak. Warga berkumpul dan saling menyapa. Busana Jawa dikenakan, sementara kesenian tradisional mendapat ruang untuk tampil.

Semua itu menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah kampung menjaga ingatannya.

Sebab budaya tidak selalu bertahan karena dituliskan dalam buku atau disimpan di museum. Budaya bertahan ketika masyarakat masih mau mengenakannya, menjalankannya, merayakannya, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.  (bieb)

Berita Terkait

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers
Kapolresta Kunker ke Polsek Gerunggang, Ivan Donny Soroti 16 Kasus Kebakaran: Warga Diminta Jangan Lalai!
SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi
Arinda Unigraha Apresiasi DISPORA Pangkalpinang, Latih 30 Wirausaha Muda
Bencana Menggetarkan NTT, Mahasiswa Babel dan Lazismu Satukan Langkah Kemanusiaan
Mahasiswa dan LAZISMU Babel Gerakkan Solidaritas, Galang Dana Untuk NTT
Demokrat Pangkalpinang, Bersama Warga Rawabangun Gelar Gotong Royong dan Aksi Sosial
BEM Pertiba Gerak Bersama, Galang Dana Peduli NTT dan Kalimantan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 00:58 WIB

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers

Selasa, 8 September 2026 - 16:16 WIB

Kapolresta Kunker ke Polsek Gerunggang, Ivan Donny Soroti 16 Kasus Kebakaran: Warga Diminta Jangan Lalai!

Senin, 7 September 2026 - 12:19 WIB

Bregodo Bergerak, Gunungan Diarak, Tradisi Jawa Tetap Hidup di Kranggan 1

Minggu, 6 September 2026 - 21:52 WIB

SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi

Rabu, 2 September 2026 - 09:04 WIB

Arinda Unigraha Apresiasi DISPORA Pangkalpinang, Latih 30 Wirausaha Muda

Berita Terbaru

Bisnis

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:58 WIB