BANGKA, Jendelapersada.com – Kebiasaan membakar sampah sembarangan, dinilai berisiko menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki musim kering.
Peringatan itu disampaikan Ketua Umum Komunitas Peduli Lingkungan dan Kehutanan (BECAK) Babel, Arinda Unigraha, saat memberikan edukasi lingkungan kepada lebih dari 350 pelajar SMK Negeri 1 Sungailiat dalam agenda MPLS Ramah dan ASRI, Rabu (12/8/2026).
Di hadapan para pelajar, Arinda menegaskan pembakaran sampah tidak boleh dianggap sebagai cara praktis membuang sampah. Api yang tidak terkendali dapat merembet ke lahan kering hingga kawasan hutan.
“Jangan sekali-kali membakar sampah, apalagi dekat hutan,” tegas Arinda.
Ia mengajak pelajar mulai mengubah kebiasaan, dengan memilah dan mengurangi sampah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan melalui bank sampah, gerakan sedekah sampah maupun pemulung.
Menurut Arinda, pengelolaan sampah juga merupakan bagian dari upaya pencegahan bencana. Karena itu, kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak sekolah dan diterapkan hingga lingkungan rumah serta masyarakat.
Selain pengelolaan sampah, edukasi tersebut juga membahas mitigasi bencana dan kesiapsiagaan sekolah menghadapi kondisi darurat.
Arinda yang menyandang Duta Kurangi Risiko Bencana Nasional PetaBencana.id berharap sekolah dapat menjadi ruang pembentukan kebiasaan peduli lingkungan sekaligus membangun ketahanan bencana sejak dini.
“Gerakan peduli lingkungan tidak cukup hanya menjadi teori. Harus dibiasakan dan diterapkan mulai dari sekolah, rumah, hingga lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Iky
Editor : Iky







