Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bangka Tengah, JendelaPersada.com – Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang memberikan pelatihan pengolahan jahe dan serai menjadi sirup herbal kepada Kader Posyandu Desa Air Mesu Timur, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan tanaman lokal yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan dilaksanakan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang bersama Dinas Pertanian serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga :  Pemkot Pangkalpinang Perkuat Akuntabilitas Keuangan dengan Perda Lain-Lain PAD yang Sah

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai manfaat jahe dan serai, dilanjutkan praktik langsung pembuatan sirup herbal. Para kader juga dibekali pengetahuan mengenai teknik budidaya kedua tanaman tersebut, mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan hingga panen.

Proses pembuatan sirup dilakukan menggunakan jahe, serai, gula pasir, gula merah, dan air. Para peserta mengikuti setiap tahapan pengolahan hingga menghasilkan sirup jahe serai yang dapat disajikan dengan air hangat.

Antusiasme kader terlihat selama praktik berlangsung. Bahkan, sejumlah peserta meminta resep agar dapat kembali membuat olahan herbal tersebut secara mandiri di rumah.

Baca Juga :  Inflasi Pangkalpinang Januari 2026 Tercatat 0,11 Persen, BPS Sebut Tetap Terkendali

Selain pelatihan, kegiatan juga diisi dengan edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat oleh Aipda Kristin Maruli Sitompul.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang berharap para kader posyandu dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan mengembangkan pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan masyarakat.

Program tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong kreativitas serta peluang usaha masyarakat desa melalui pengolahan potensi tanaman lokal menjadi produk yang bermanfaat.

Berita Terkait

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Banjir Rob dan Abrasi Ancam Pesisir Batu Belubang, BPBD Babel Perkuat Mitigasi
BPBD Bangka Belitung Dorong Jalur Evakuasi dan Kesiapsiagaan Warga Pesisir Hadapi Bencana
Petugas Amankan Bungkusan Alat Kontrasepsi saat Razia Penginapan dan Kos di Pangkalpinang
KWT di Pangkalpinang Kembangkan Sawi, Selada, dan Seledri
Topeng dan Badut di Bawah Lampu Tugu Golong Gilig
Tepis Titipan Jabatan, Bupati Bangka Tegaskan Promosi Pejabat Berdasarkan Rekam Jejak
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:19 WIB

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi

Senin, 2 November 2026 - 21:13 WIB

Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Banjir Rob dan Abrasi Ancam Pesisir Batu Belubang, BPBD Babel Perkuat Mitigasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:37 WIB

BPBD Bangka Belitung Dorong Jalur Evakuasi dan Kesiapsiagaan Warga Pesisir Hadapi Bencana

Berita Terbaru