
Pangkalpinang, jendelapesada.com — Kulit pisang Ambon yang selama ini kerap dibuang, ternyata dapat diolah menjadi permen soft candy. Inovasi pemanfaatan bahan tersebut, diperkenalkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan yang melibatkan tenaga kesehatan dan kader puskesmas di Kota Pangkalpinang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, berlangsung di Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang ini, berfokus pada pembuatan permen soft candy dari ekstrak kulit pisang Ambon sebagai salah satu upaya mendukung edukasi dan pengendalian hipertensi di masyarakat.
Pelatihan tersebut, menyasar pemegang program Penyakit Tidak Menular (PTM) atau hipertensi Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, pemegang program PTM seluruh puskesmas, serta kader kesehatan dari seluruh puskesmas di Pangkalpinang.
Ketua tim pengabdi, Eva Dewi Rosmawati Purba, M.Kes., bersama anggota tim Emilia, SST., M.Gizi dan Hamdani Syahputra Ginting, MPH, serta tiga mahasiswa, mengawali kegiatan dengan memberikan edukasi mengenai hipertensi, mulai dari pengenalan penyakit, faktor risiko, pencegahan hingga pentingnya pengendalian tekanan darah secara berkelanjutan.

Sebelum materi diberikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal. Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai potensi pemanfaatan kulit pisang Ambon yang masih mengandung kalium sebagai bahan pembuatan produk pangan alternatif.
Berdasarkan penelitian Marianawati Saragih dkk. tahun 2024 berjudul *Nutrient Content of Banana Peel Candy to Reduce Blood Pressure in Patients with Mild Hypertension*, permen kulit pisang Ambon mengandung kalium sebesar 27,3 miligram per 100 gram.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti demonstrasi langsung pembuatan permen soft candy dari ekstrak kulit pisang Ambon. Dalam praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan kulit pisang menjadi produk permen yang dapat dimanfaatkan sebagai inovasi dalam kegiatan edukasi kesehatan.
Setelah demonstrasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan setelah mendapatkan materi dan pelatihan.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdi turut menyerahkan bahan dan peralatan pembuatan permen soft candy kepada tim Puskesmas Pasir Putih. Peralatan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mempraktikkan kembali pembuatan permen di wilayah Kelurahan Pasir Putih.
Langkah ini diharapkan, membuat pelatihan tidak berhenti pada kegiatan di Dinas Kesehatan saja, tetapi dapat diteruskan melalui demonstrasi mandiri oleh pihak puskesmas dan penyebarluasan edukasi kepada masyarakat, khususnya penderita hipertensi.
Melalui pelatihan ini, kolaborasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, dan kader kesehatan diharapkan semakin memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular di Kota Pangkalpinang.







