Orasi Ilmiah di Universitas Pertiba, Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Konsep “Smart City” Berbasis Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKALPINANG, jendelapersada.com – Pembangunan kota modern tidak bisa lagi hanya mengandalkan infrastruktur fisik semata, melainkan harus menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan (people-centric). Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan urbanisasi global yang kian kompleks.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Sarjana dan Magister ke-XXXV Universitas Pertiba di Ballroom Novotel Bangka, Sabtu (22/11/2025).

Dalam orasi bertajuk “Smart City: Concept and Strategies for Sustainable Urban Development”, pria yang akrab disapa Prof. Udin ini memaparkan data bahwa sekitar 68 persen penduduk dunia diprediksi akan memadati wilayah perkotaan, menyisakan hanya 32 persen di pedesaan. Konsentrasi penduduk ini memicu berbagai persoalan turunan, mulai dari sampah, polusi udara, kemacetan, hingga kualitas pelayanan publik yang belum optimal.

Prof. Udin mengontekstualisasikan tantangan tersebut dengan kondisi riil di Pangkalpinang. Ia mencontohkan kemacetan yang meski hanya terjadi pada jam-jam tertentu—berbeda dengan Jakarta yang hampir sepanjang hari—tetap memerlukan solusi cerdas. Begitu pula dengan antrean pelayanan publik seperti BPJS dan administrasi kependudukan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Baca Juga :  Selesaikan Sengketa Lahan Lepar, Gubernur Hidayat Dorong Pengukuran Ulang HGU PT SNS

Sorotan tajam juga diberikan pada persoalan banjir. Menurutnya, banjir di Pangkalpinang bukan semata-mata takdir geografis dataran rendah, melainkan dampak dari pembangunan yang tidak mematuhi peruntukan lahan.

“Sering kali masyarakat membangun rumah atau toko di kawasan resapan air. Ketika ditimbun, wilayah yang sebelumnya tidak banjir justru menjadi banjir,” tegas Prof. Udin.

Ia mengingatkan bahwa penataan kota tidak boleh dilakukan secara “brutal”. Kota cerdas mensyaratkan adanya kawasan penyangga banjir, ruang terbuka hijau, hutan kota, dan kawasan konservasi yang terjaga.

Merujuk pada kesuksesan kota-kota dunia seperti Los Angeles dan Amsterdam, Prof. Udin menjelaskan bahwa konsep Smart City terbukti efektif mengatasi masalah perkotaan secara berkelanjutan. Namun, ia menekankan bahwa teknologi hanyalah alat.

“Smart dan sustainable city adalah konsep berbasis manusia. Pusat pembangunan adalah people, bukan sekadar infrastruktur,” ujarnya.

Kota cerdas memerlukan integrasi antara manusia dengan teknologi digital, khususnya melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT), sensor, dan platform digital yang menghasilkan data real-time. Prof. Udin menjabarkan empat pilar utama pembangunan kota cerdas, yakni Lingkungan (Environment), Masyarakat (Society), Tata Kelola (Governance), dan Ekonomi (Economy). Keempat pilar ini harus berjalan beriringan untuk menciptakan kota yang manusiawi, efisien, dan transparan.

Baca Juga :  Pangkalpinang Optimalisasi Layanan Kesehatan Lewat Sinergi Pemkot-BPJS-BSB

Di hadapan para wisudawan, Prof. Udin berpesan bahwa inovasi adalah mata uang masa depan. Ia mendorong lulusan sarjana maupun magister untuk menguasai literasi digital, terlepas dari disiplin ilmu yang ditekuni.

“Sarjana hukum, ekonomi, atau bidang lainnya, semuanya harus menguasai literasi digital. Itu adalah kebutuhan wajib di era sekarang,” katanya.

Menutup orasinya, ia mengajak seluruh elemen—pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat—untuk berkolaborasi. Baginya, smart city adalah jalan transformasi untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan mengoptimalkan sumber daya kota.

Pada momentum Wisuda ke-XXXV ini, Universitas Pertiba meluluskan 295 wisudawan. Sebanyak 237 di antaranya tercatat telah memiliki hak cipta atas karya atau inovasi yang dihasilkan selama masa studi. Capaian ini diapresiasi sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun budaya inovasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung. (ril/rz)

Berita Terkait

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi
Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Banjir Rob dan Abrasi Ancam Pesisir Batu Belubang, BPBD Babel Perkuat Mitigasi
BPBD Bangka Belitung Dorong Jalur Evakuasi dan Kesiapsiagaan Warga Pesisir Hadapi Bencana
Petugas Amankan Bungkusan Alat Kontrasepsi saat Razia Penginapan dan Kos di Pangkalpinang
KWT di Pangkalpinang Kembangkan Sawi, Selada, dan Seledri
Tepis Titipan Jabatan, Bupati Bangka Tegaskan Promosi Pejabat Berdasarkan Rekam Jejak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:19 WIB

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi

Senin, 2 November 2026 - 21:13 WIB

Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Banjir Rob dan Abrasi Ancam Pesisir Batu Belubang, BPBD Babel Perkuat Mitigasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:37 WIB

BPBD Bangka Belitung Dorong Jalur Evakuasi dan Kesiapsiagaan Warga Pesisir Hadapi Bencana

Berita Terbaru