Pangkalpinang, jendelapersada.com – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menerima audiensi Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang rapat Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (2/4/2026).
Pertemuan ini fokus membahas penguatan program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) sebagai langkah strategis percepatan pencegahan dan pengendalian penyakit ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria).

Penanganan penyakit ATM saat ini menjadi prioritas nasional menyusul tingginya beban kasus di Indonesia. Khusus untuk Tuberkulosis (TB), Indonesia kini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India.
Dalam arahannya, Dessy Ayutrisna menyoroti tren kasus ATM di daerah yang cenderung meningkat. Ia menegaskan bahwa tantangan kesehatan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan memerlukan sinergisitas lintas sektoral.

“Penanganan penyakit ATM ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh sektor kesehatan. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non-kesehatan, agar upaya pencegahan dan pengendalian bisa berjalan maksimal,” tegas Dessy.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen menjalankan serangkaian program komprehensif untuk menekan angka kasus, yang meliputi: pertama, melakukan detiksi dini secara masif di lapangan. Kedua, memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan hingga sembuh dan Ketiga, menyasar masyarakat umum hingga institusi pendidikan untuk meningkatkan pemahaman sejak dini.

Upaya ini juga melibatkan peran aktif komunitas, termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), guna memperluas jangkauan sosialisasi dan pendampingan di masyarakat.
Isu stigma terhadap penderita ATM turut menjadi poin krusial dalam audiensi tersebut. Dessy mengajak masyarakat dan media massa untuk menciptakan lingkungan yang suportif agar penderita tidak merasa dikucilkan.
“Jangan sampai ada stigma. Kita harus dukung mereka supaya berani terbuka, karena keterbukaan adalah kunci agar penanganan medis bisa dilakukan secara optimal dan tepat sasaran,” pungkasnya. (dedi)








