JAKARTA, jendelapersada.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi mengusulkan revitalisasi terhadap 55 satuan pendidikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk Tahun Anggaran 2026. Usulan ini mencakup sekolah negeri maupun swasta sebagai upaya menghapus kesenjangan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Pangkalpinang, Saparudin (Prof Udin), saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (PAUD Dikdasmen), Dr. Eko Susanto, di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Prof Udin merinci 55 sekolah yang diusulkan terdiri dari 12 PAUD, 30 Sekolah Dasar (SD), dan 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia menegaskan bahwa pelibatan sekolah swasta dalam usulan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan keadilan pendidikan tanpa diskriminasi status pengelolaan.
”Pemerataan mutu pendidikan adalah program utama kami. Anak-anak Pangkalpinang harus mendapatkan fasilitas belajar yang layak, aman, dan nyaman, tanpa ada kesenjangan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya,” ujar Prof Udin, dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. Fokus usulan mencakup peningkatan kualitas ruang kelas, fasilitas pendukung pembelajaran, hingga penciptaan lingkungan sekolah yang ramah anak agar proses belajar mengajar berjalan optimal.
Merespons hal tersebut, Sekretaris Ditjen PAUD Dikdasmen, Dr. Eko Susanto, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kota Pangkalpinang. Ia menilai usulan tersebut telah disusun secara terencana dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional yang kini ditekankan oleh Kemendikdasmen.
”Pemerintah pusat terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah, terutama melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah sebagai pendukung utama proses pembelajaran,” tutur Eko. (ril/rz)









