Kepergian Wartawan Suhaimi Tinggalkan Duka, Istri dan Sahabat Kenang Kebaikannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAILIAT, jendelapersada.com — Kepergian Suhaimi bin Kosim Nanang, Wakil Pimpinan Redaksi Jendela Persada, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Sungailiat, Bangka, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan seprofesi.

Bagi sang istri, Sari Dwi Estari, kepergian Suhaimi bukan sekadar kehilangan pasangan hidup, tetapi juga kehilangan sosok tempat berbagi cerita dan mencurahkan perasaan. Usai pemakaman Suhaimi di TPU Air Riau, Sungailiat, Sari mengungkapkan kesedihannya di tengah suasana duka.

“Tak ada lagi tempat bercerita,” ujarnya di sela kesedihan mendalam.

Ungkapan singkat itu menggambarkan kehilangan yang dirasakan Sari setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama almarhum. Kepergian Suhaimi meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah tergantikan, terutama bagi orang terdekat yang selama ini berbagi suka dan duka dengannya.

Wartawan berusia 54 tahun itu dikenang bukan hanya karena perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik, tetapi juga karena sikap dan kebaikannya dalam bergaul dengan sesama.

Dari media cetak hingga media daring, Suhaimi menjalani berbagai fase perkembangan dunia pers. Rekan-rekannya mengenang almarhum sebagai wartawan yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.

Hargai Senior

Kesan mendalam tentang Suhaimi juga datang dari seniornya, Suhairi Gimpong, yang telah lama menekuni dunia jurnalistik.

Suhairi Gimpong, wartawan senior (foto: ima)

Suhairi Gimpong mengenang almarhum sebagai sosok yang penuh pengertian dan menghormati orang yang lebih tua. Sikap tersebut menjadi bagian dari karakter Suhaimi yang dikenang seniornya selama mengenalnya.

“(Suhaimi) orang penuh pengertian, menghormati orang yang lebih tua,” ungkap Suhairi Gimpong.

Bagi seorang wartawan, perjalanan profesi bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawab menyampaikan informasi. Hubungan dengan sesama insan pers, sikap menghargai senior, serta kemampuan menjaga persahabatan juga menjadi bagian dari perjalanan panjang di dunia jurnalistik.

Baca Juga :  SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi

Kenangan dari Suhairi Gimpong melengkapi kesaksian sahabat dan rekan kerja yang pernah berinteraksi langsung dengan almarhum dalam perjalanan profesinya.

Orang Baik

Ungkapan sederhana, tetapi penuh makna, datang dari Ikhsan Mokoginta, praktisi pers di salah satu media lokal. Ia menyampaikan belasungkawa atas kepergian Suhaimi.

“Turut berduka yang sedalamnya. Almarhum orang baik,” tulis Ikhsan.

Pesan tersebut menjadi salah satu ungkapan duka dari sesama insan pers yang mengenal almarhum.

Kesaksian serupa disampaikan LM Yusuf, mantan jurnalis sekaligus sahabat Suhaimi ketika keduanya berkiprah di SKM Bangka Ekspres. Yusuf mengenang sahabatnya melalui pengalaman pribadi yang berkaitan dengan ikhtiar ibadah almarhum.

“Selamat jalan sahabatku, ku bersaksi kamu orang baik karena kamu sempat menjalankan sholat tobat, tahajud kendati dalam kondisi duduk atau baring dan hanya bertayamum. Allah lebih sayang dirimu,” tulis LM Yusuf.

Kesaksian tersebut memperlihatkan sisi personal Suhaimi yang dikenang sahabatnya, terutama mengenai upaya almarhum menjalankan ibadah meskipun berada dalam kondisi fisik yang terbatas.

Bagi Yusuf, kepergian Suhaimi bukan sekadar kehilangan seorang rekan seprofesi, melainkan juga kehilangan seorang sahabat yang menyimpan kenangan tersendiri dalam perjalanan hidup mereka.

Kenangan tentang kebaikan Suhaimi juga disampaikan Scorpiansyah, mantan jurnalis yang pernah menjadi rekan kerja almarhum di SKM Bangka Ekspres pada awal 2000-an.

Dalam pesan belasungkawanya, Scorpiansyah mendoakan agar almarhum mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berdukacita atas wafatnya teman kita Suhaimi. Semoga almarhum diterima amal ibadah dan diampuni segala dosanya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tulis Scorpiansyah.

Baca Juga :  FKWB Komitmen Jadi Agen Perubahan Lingkungan, Wartawan Tak Hanya Menulis Berita

Ia juga menyampaikan kesaksiannya sebagai teman dan rekan kerja yang pernah bersama Suhaimi pada masa itu.

“Kesaksian saya sebagai teman dan rekan kerja dulu (awal tahun 2000-an), almarhum Suhaimi adalah orang baik,” lanjutnya.

Kesaksian Scorpiansyah mempertegas kenangan yang disampaikan para sahabat lainnya. Dalam ingatan mereka, Suhaimi bukan hanya bagian dari perjalanan sebuah media, tetapi juga sosok yang meninggalkan kesan baik dalam hubungan persahabatan dan pekerjaan.

Jejak yang Dikenang

Selama menekuni profesi jurnalistik, Suhaimi menjalani perjalanan panjang di berbagai media. Ia memulai langkahnya dengan belajar dari senior, kemudian membangun pengalaman melalui kerja jurnalistik di media cetak dan daring, hingga dipercaya menduduki posisi Wakil Pimpinan Redaksi Jendela Persada.

Kini, perjalanan itu telah berakhir. Suhaimi meninggalkan sang istri, Sari Dwi Estari, serta keluarga, sahabat, dan rekan-rekan yang menyimpan kenangan tentang dirinya.

Dari kesedihan sang istri, kesaksian para sahabat, hingga kenangan seniornya, muncul gambaran tentang Suhaimi sebagai pribadi yang meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang di sekitarnya. Ada yang mengenangnya sebagai sosok penuh pengertian dan menghormati orang yang lebih tua. Ada pula yang mengenangnya sebagai sahabat dan rekan kerja yang baik serta memiliki kesungguhan dalam menjalankan ibadah.

Bagi Sari, kehilangan tempat bercerita menjadi salah satu kenyataan pahit yang harus dihadapi setelah kepergian sang suami. Sementara bagi sahabat dan rekan seprofesi, kenangan tentang kebaikan dan pengabdian Suhaimi akan tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Selamat jalan, Suhaimi bin Kosim Nanang.(ima)

Berita Terkait

Petugas Amankan Bungkusan Alat Kontrasepsi saat Razia Penginapan dan Kos di Pangkalpinang
KWT di Pangkalpinang Kembangkan Sawi, Selada, dan Seledri
Tepis Titipan Jabatan, Bupati Bangka Tegaskan Promosi Pejabat Berdasarkan Rekam Jejak
Pemprov DIY Tata Jalan Suryatmajan untuk Tingkatkan Aksesbilitas hingga Kerapian Kawasan
OBITUARI: Selamat Jalan Suhaimi, Insan Pers yang Menapaki Panjangnya Jalan Jurnalistik
Bukan Sekadar Gizi, Lazismu Babel Bidik Stunting Lewat Air Bersih
BHD di DPRD Babel: Hadapi Henti Jantung, Menit Pertama Jadi Penentu
Gedung DPRD Babel Bukan Sekadar Ruang Politik, Kesiapan Hadapi Darurat Mulai Diuji
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Petugas Amankan Bungkusan Alat Kontrasepsi saat Razia Penginapan dan Kos di Pangkalpinang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:33 WIB

KWT di Pangkalpinang Kembangkan Sawi, Selada, dan Seledri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Tepis Titipan Jabatan, Bupati Bangka Tegaskan Promosi Pejabat Berdasarkan Rekam Jejak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Pemprov DIY Tata Jalan Suryatmajan untuk Tingkatkan Aksesbilitas hingga Kerapian Kawasan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Kepergian Wartawan Suhaimi Tinggalkan Duka, Istri dan Sahabat Kenang Kebaikannya

Berita Terbaru

Daerah

KWT di Pangkalpinang Kembangkan Sawi, Selada, dan Seledri

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:33 WIB

Peristiwa

Topeng dan Badut di Bawah Lampu Tugu Golong Gilig

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:12 WIB