JAYAPURA, jendelapersada.com — Sebanyak 214 satuan pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp208 miliar.
Rilis resmi Kemendikdasmen mencatat hingga Oktober 2026, sebanyak 36 satuan pendidikan telah menyelesaikan pembangunan dengan progres 100 persen. Sekolah yang telah merampungkan pembangunan tersebut terdiri atas 13 pendidikan anak usia dini (PAUD) dan 23 sekolah menengah pertama (SMP).
Program revitalisasi itu juga melibatkan 2.821 pekerja lokal dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai satuan pendidikan di Provinsi Papua.
Di Kota Jayapura, program tersebut menjangkau 535 pekerja lokal. Sebanyak 47 satuan pendidikan di kota itu telah melakukan PKS revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp 41 miliar. Dari jumlah tersebut, delapan sekolah telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen, terdiri atas lima PAUD dan tiga SMP.
Keterlibatan pekerja lokal juga terlihat dalam pembangunan SMAN 2 Jayapura. Pelaksana Tugas Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, mengatakan pelaksanaan pembangunan dengan skema swakelola melibatkan banyak pekerja, yang sebagian besar merupakan putra asli Papua.
Ia menyebut seorang pekerja penyandang disabilitas tunawicara juga ikut berkontribusi dalam pembangunan sekolah tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi sekolah di Jayapura berjalan dengan baik dan sejumlah satuan pendidikan telah menyelesaikan pembangunan.
Kemendikdasmen menyebut perbaikan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan serta mendukung kegiatan belajar mengajar bagi murid di Papua. (*/ima)









