Tagar #RukunSamaTeman, Sekolah di Berbagai Daerah Gelar Aksi Serentak Lawan Perundungan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jendelapersada.com – Gerakan nasional melawan perundungan dengan mengusung tagar #RukunSamaTeman bergema serentak di berbagai daerah di Indonesia melalui penyelenggaraan Jalan Sehat pada Minggu (23/11/2025). Aksi ini menandai komitmen bersama pemerintah dalam menumbuhkan budaya kerukunan sebagai fondasi utama pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Gerakan yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), menitikberatkan pada aspek sosial dan kultural untuk menciptakan sekolah sebagai ruang aman, sebagai kampanye besar pencegahan perundungan di sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyebut gerakan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo tentang pentingnya moralitas, karakter unggul, dan kerukunan antarpelajar.

“Ini bagian dari upaya memperkuat gerakan antikekerasan di sekolah dengan tagline #RukunSamaTeman untuk membangun budaya saling menerima dan berbagi,” jelas Mu’ti.

Sekolah, kata mendikdasmen, adalah ‘rumah kedua’ bagi anak-anak. Di sekolah, guru adalah orang tua dan teman adalah saudara.

“Oleh karena itu, keamanan dan kebersamaan menjadi syarat utama,” tambahnya.

Baca Juga :  Densus 88 AT, Perkuat Kolaborasi Dengan Kemenag Babel Cegah Radikalisme di Ruang Digital

Menurut Mu’ti, keberhasilan belajar siswa sangat ditentukan oleh hubungan sosial yang baik dan suasana sekolah yang nyaman. Gerakan ini mendorong siswa untuk melihat teman sebagai saudara yang saling mendukung, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bebas kekerasan.

“Sekolah adalah rumah kita di mana semua yang ada di sekolah adalah bagian dari keluarga kita,” pesannya. “Kalau sekolah kita aman dan nyaman, insya Allah kita semuanya akan dapat belajar dengan tenang, bisa belajar dengan baik, dan bisa berprestasi sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.”

Ia menambahkan, iklim sekolah yang mempraktikkan nilai kepedulian dan saling menghargai akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga setiap anak dapat berkembang secara optimal.

Senada disampaikan Menteri PPPA, Arifah Fauzi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas perundungan.

 “Karakter anak dibentuk sejak dari rumah, sehingga pencegahan kekerasan tidak cukup hanya diserahkan kepada sekolah,” katanya.

Ditegaskan Arifah, larakter yang paling inti itu ada di dalam keluarga, sehingga harus kolaborasi bersama lintas kementerian sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Baca Juga :  LAZISMU Babel dan BEM Universitas Pertiba Bersama Galang Kepedulian untuk NTT dan Kalimantan

“Bagaimana saling menguatkan untuk meminimalisir adanya perundungan atau kalau bisa tidak ada perundungan lagi,” jelas Arifah Fauzi.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan kerukunan merupakan elemen kunci untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan penuh kebaikan. Ia menyatakan dukungan terhadap gerakan melawan perundungan dengan menekankan bahwa suasana sekolah yang damai adalah prasyarat bagi kegiatan belajar yang optimal.

Hetifah menyampaikan bahwa perbedaan antarsiswa adalah hal yang tak terhindarkan. Oleh karena itu, sikap saling menghormati wajib diutamakan, termasuk dengan tidak menilai teman berdasarkan asal-usul, penampilan, atau latar belakangnya.

“Perbedaan itu tidak bisa terhindarkan, jadi mudah-mudahan sikap saling menghormati dan menilai teman itu tidak dari asalnya, dari penampilannya, atau hal-hal yang terkait dengan latar belakangnya saja,” pungkasnya.

Hetifah juga mendorong seluruh siswa mengenali potensi diri dan teman, serta berupaya menemukan persamaan di antara mereka demi menjaga kerukunan dan mencegah aksi perundungan. (ril/ima)

Berita Terkait

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers
Kapolresta Kunker ke Polsek Gerunggang, Ivan Donny Soroti 16 Kasus Kebakaran: Warga Diminta Jangan Lalai!
SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi
Arinda Unigraha Apresiasi DISPORA Pangkalpinang, Latih 30 Wirausaha Muda
Bencana Menggetarkan NTT, Mahasiswa Babel dan Lazismu Satukan Langkah Kemanusiaan
Mahasiswa dan LAZISMU Babel Gerakkan Solidaritas, Galang Dana Untuk NTT
Demokrat Pangkalpinang, Bersama Warga Rawabangun Gelar Gotong Royong dan Aksi Sosial
BEM Pertiba Gerak Bersama, Galang Dana Peduli NTT dan Kalimantan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 00:58 WIB

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers

Selasa, 8 September 2026 - 16:16 WIB

Kapolresta Kunker ke Polsek Gerunggang, Ivan Donny Soroti 16 Kasus Kebakaran: Warga Diminta Jangan Lalai!

Minggu, 6 September 2026 - 21:52 WIB

SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi

Rabu, 2 September 2026 - 09:04 WIB

Arinda Unigraha Apresiasi DISPORA Pangkalpinang, Latih 30 Wirausaha Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:29 WIB

Mahasiswa dan LAZISMU Babel Gerakkan Solidaritas, Galang Dana Untuk NTT

Berita Terbaru

Bisnis

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:58 WIB