Tekan Kasus ATM, Pemkot Pangkalpinang dan Adinkes Perkuat Program RSSH

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalpinang, jendelapersada.com – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menerima audiensi Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang rapat Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (2/4/2026).

Pertemuan ini fokus membahas penguatan program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) sebagai langkah strategis percepatan pencegahan dan pengendalian penyakit ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria).

Penanganan penyakit ATM saat ini menjadi prioritas nasional menyusul tingginya beban kasus di Indonesia. Khusus untuk Tuberkulosis (TB), Indonesia kini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India.

Dalam arahannya, Dessy Ayutrisna menyoroti tren kasus ATM di daerah yang cenderung meningkat. Ia menegaskan bahwa tantangan kesehatan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan memerlukan sinergisitas lintas sektoral.

Baca Juga :  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

“Penanganan penyakit ATM ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh sektor kesehatan. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non-kesehatan, agar upaya pencegahan dan pengendalian bisa berjalan maksimal,” tegas Dessy.

Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen menjalankan serangkaian program komprehensif untuk menekan angka kasus, yang meliputi: pertama, melakukan detiksi dini secara masif di lapangan. Kedua, memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan hingga sembuh dan Ketiga, menyasar masyarakat umum hingga institusi pendidikan untuk meningkatkan pemahaman sejak dini.

Baca Juga :  Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi

Upaya ini juga melibatkan peran aktif komunitas, termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), guna memperluas jangkauan sosialisasi dan pendampingan di masyarakat.

Isu stigma terhadap penderita ATM turut menjadi poin krusial dalam audiensi tersebut. Dessy mengajak masyarakat dan media massa untuk menciptakan lingkungan yang suportif agar penderita tidak merasa dikucilkan.

“Jangan sampai ada stigma. Kita harus dukung mereka supaya berani terbuka, karena keterbukaan adalah kunci agar penanganan medis bisa dilakukan secara optimal dan tepat sasaran,” pungkasnya. (dedi)

Berita Terkait

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi
Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Banjir Rob dan Abrasi Ancam Pesisir Batu Belubang, BPBD Babel Perkuat Mitigasi
BPBD Bangka Belitung Dorong Jalur Evakuasi dan Kesiapsiagaan Warga Pesisir Hadapi Bencana
Petugas Amankan Bungkusan Alat Kontrasepsi saat Razia Penginapan dan Kos di Pangkalpinang
KWT di Pangkalpinang Kembangkan Sawi, Selada, dan Seledri
Tepis Titipan Jabatan, Bupati Bangka Tegaskan Promosi Pejabat Berdasarkan Rekam Jejak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:19 WIB

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi

Senin, 2 November 2026 - 21:13 WIB

Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Banjir Rob dan Abrasi Ancam Pesisir Batu Belubang, BPBD Babel Perkuat Mitigasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:37 WIB

BPBD Bangka Belitung Dorong Jalur Evakuasi dan Kesiapsiagaan Warga Pesisir Hadapi Bencana

Berita Terbaru