PANGKALPINANG, jendelapersada.com – Perjalanan panjang perjuangan perempuan Indonesia selama 97 tahun sejak Kongres Perempuan Pertama tahun 1928 telah membuka jalan bagi perempuan untuk mengenyam pendidikan, bekerja, dan terlibat dalam dunia politik, sebagai buah dari perjuangan kolektif lintas generasi. Peran sentral kaum perempuan ditegaskan sebagai langkah strategis yang vital dalam mewujudkan visi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Walikota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, saat menghadiri puncak peringatan Hari Ibu ke-97 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pangkalpinang di Ruang Pertemuan (OR) Pemkot Pangkalpinang, Kamis (11/12/2025).
Dessy menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan, akses, serta kontrol perempuan terhadap sumber daya ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Langkah ini dinilai penting agar perempuan memiliki kekuatan dalam pengambilan keputusan, peningkatan kualitas hidup, serta partisipasi penuh dalam pembangunan.
“Pemberdayaan perempuan bertujuan mendorong terwujudnya kesetaraan gender dan kesejahteraan bersama, yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga keadilan hukum,” ujar Dessy.
Ia menambahkan, peringatan Hari Ibu ke-97 yang mengangkat tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, Perempuan Hebat, Anak Sehat Berprestasi” sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung pemberdayaan perempuan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.
Menurutnya, Hari Ibu di Indonesia bukan sekadar perayaan Mother’s Day, melainkan momentum untuk mengapresiasi peran perempuan di seluruh sektor kehidupan, sekaligus melanjutkan perjuangan untuk kesetaraan hak, kesempatan, dan perlindungan bagi perempuan.
“Melalui peringatan Hari Ibu, kita kembali diingatkan akan pentingnya peran perempuan dalam mencapai tujuan-tujuan bangsa,” katanya.
Di akhir sambutannya, wakil walikota yang akrab disapa Cece Desy itu menyampaikan pesan reflektif tentang peran seorang ibu dalam kehidupan dan pembangunan bangsa.
“Ibu adalah ratu yang tidak bermahkota, tetapi surga berada di bawah telapak kakinya. Perempuan Indonesia adalah pilar ekonomi bangsa. Selamat Hari Ibu, mari kita berterima kasih kepada diri kita sendiri karena telah kuat menjalani perjalanan yang panjang ini,” tutupnya. (ril/rz)









