PANGKALPINANG, jendelapersada.com – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menghadapi tantangan serius di sektor pangan. Berdasarkan data Angka Sementara (ASEM) 2025, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) di Babel diperkirakan anjlok 18,73 persen dibandingkan tahun 2024.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toto H. Silitonga, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (3/11/2025), mengungkapkan bahwa potensi kehilangan produksi GKG mencapai 14.512 ton.
“Total produksi padi Babel pada tahun 2025 diperkirakan hanya mencapai 62.978 ton GKG, turun signifikan dari 77.490 ton GKG yang tercatat pada tahun 2024. Penurunan ini didorong oleh berkurangnya luas lahan panen,” jelas Toto H. Silitonga.
BPS merinci, luas panen padi pada 2025 diperkirakan sekitar 16.367 hektare, menurun sebesar 1.836 hektare atau 10,09 persen dari luas panen tahun sebelumnya.
Dampak langsung dari penurunan produksi GKG adalah berkurangnya ketersediaan beras untuk konsumsi. Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk Babel pada 2025 diperkirakan menurun 8.602 ton, atau sebesar 18,73 persen, menjadi 37.329 ton beras dari 45.931 ton beras pada 2024.
Kondisi ini perlu diwaspadai secara serius oleh pemerintah daerah untuk menjamin ketahanan pangan, terutama mengingat Babel juga mencatatkan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti daging ayam ras dan cabai merah. */ima
Sumber : BPS









