JAKARTA,jendelapersada.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan apresiasi kepada 39 Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA/BAPPERIDA) dari seluruh Indonesia dalam ajang Penilaian Kinerja Tahun 2025. Apresiasi ini merupakan bagian dari strategi BRIN untuk memperkuat peran riset dan inovasi sebagai penggerak pembangunan nasional, (27/10/25).
Secara rinci, terpilih 12 lembaga untuk kategori Perumusan Kajian Kebijakan yang hasilnya langsung dimanfaatkan pemerintah daerah dan 27 lembaga untuk kategori Peran dalam Optimalisasi Potensi dan Penyelesaian Masalah Daerah.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan hasil riset dalam perencanaan daerah, menindaklanjuti kerja sama, serta mengidentifikasi isu strategis untuk kajian pada tahun 2026.
Pemerintah Kota Pangkal Pinang menjadi salah satu penerima apresiasi untuk kategori penyelesaian masalah daerah, khususnya dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.
Sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kota Pangkal Pinang menghasilkan sekitar 154,3 ton sampah per hari dari populasi penduduk hampir 244.741 jiwa. Sebagian besar sampah ini masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa proses daur ulang yang memadai, sehingga menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan.
Wakil Wali Kota Pangkal Pinang, Dessy Ayutrisna menyatakan bahwa apresiasi dari BRIN ini merupakan pengakuan nyata atas upaya pemerintah daerah di tingkat nasional.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk pengakuan tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BRIN, dan masyarakat,” ujar Dessy.
Sebagai bentuk implementasi, BRIN melalui Riset Indonesia Maju (RIM) yang berkolaborasi dengan UGM dan Pemprov Bangka Belitung telah mengembangkan alat pengolahan sampah plastik. Alat ini akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Pangkal Pinang untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang inovatif.
Dessy menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti rekomendasi BRIN menjadi kebijakan dan program konkret di lapangan.
“Kami berharap sinergi ini terus berjalan agar riset tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar bisa diimplementasikan,” tambahnya.
Melalui apresiasi ini, BRIN berharap dapat memacu daerah-daerah lain untuk menjadikan riset sebagai solusi fundamental dalam pembangunan. (**)







