PANGKAL PINANG, jendelapersada.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti rendahnya realisasi belanja modal di sejumlah daerah yang hingga kini baru mencapai sekitar 58 persen. Ia mendesak pemerintah daerah untuk tidak membiarkan uang mengendap di kas dan segera mempercepat belanja.
Hal ini disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, yang turut diikuti Pemerintah Kota Pangkalpinang dari Smart Room Center, Senin (20/10/2025).
“Belanja modal baru sekitar 58 persen. Padahal, ini yang langsung menyentuh pembangunan dan membuka lapangan kerja. Uang daerah jangan dibiarkan mengendap di kas. Kalau uang bergerak, ekonomi ikut hidup,” tegas Tito.
Selain itu, Tito juga mengkritisi lambatnya penerbitan petunjuk teknis (juknis) dari beberapa kementerian, yang dinilai menjadi kendala bagi daerah dalam merealisasikan program.
“Kalau juknis terlambat, tentu pelaksanaan di daerah juga ikut tertunda. Kementerian terkait perlu segera mempercepat penyusunan juknis,” ujarnya.
Sementara itu, data yang dipaparkan dalam rakor menunjukkan realisasi belanja APBD nasional hingga September 2025 baru mencapai 51,3 persen dari total Rp1.389 triliun, angka terendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Is)









