PANGKALPINANG, jendelapersada.com — Walikota Pangkalpinang, Saparudin, mendorong skema pembangunan berbasis swadaya untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam pembenahan sektor sosial dan lingkungan. Ia mengajak masyarakat menghidupkan kembali asas gotong royong sebagai solusi konkret pemeliharaan kota.
Saparudin menyoroti bahwa pembangunan tidak selalu harus bergantung pada APBD yang besar. Ia memberikan ilustrasi sederhana mengenai kekuatan pendanaan kolektif dari masyarakat untuk kegiatan di tingkat akar rumput.
”Kalau tidak ada duit, kita gotong royong. Bayangkan kalau seribu orang menyumbang seribu rupiah, sudah terkumpul satu juta. Kita bisa buat kegiatan untuk masyarakat dan anak-anak kita,” ujar Saparudin dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Bukit Intan, Rabu (24/12/2025).
Di sektor lingkungan, Saparudin menekankan gotong royong sebagai langkah mitigasi utama di wilayahnya yang memiliki topografi rendah seperti kuali. Ia meminta warga rutin membersihkan drainase untuk mengantisipasi banjir rob. Untuk mendukung aksi ini, Pemkot menyiagakan 95 personel BPBD guna mendampingi warga di tingkat RT/RW.
Sementara di sektor sosial, gerakan ini diarahkan pada aksi kemanusiaan seperti pembersihan rumah lansia dan donor darah.
“Kota kalau bersih dan rapi kita senang melihatnya. Tidak perlu mewah, yang penting bersih,” pungkasnya. (ril/rz)









