PANGKALPINANG, jendelapersada.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa realisasi belanja APBD nasional hingga September 2025 baru mencapai 51,3 persen dari total Rp1.389 triliun. Angka ini disebut sebagai yang terendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Percepatan realisasi belanja, terutama belanja produktif, perlu ditingkatkan pada triwulan terakhir tahun ini,” kata Purbaya, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin (20/10/2025), yang juga diikuti oleh jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Meski realisasi belanja rendah, Purbaya memaparkan bahwa inflasi nasional relatif terkendali. Dari 38 provinsi, 37 di antaranya mencatat inflasi positif, sementara Maluku Utara mengalami deflasi.
Secara khusus Purbaya mengingatkan kepada para kepala daerah untuk menjaga inflasi sesuai target yang dicanangkan. Menurutnya, stabilitas harga pangan memiliki dampak sosial dan politik yang signifikan.
“Pengendalian harga bukan hanya soal ekonomi, tapi juga stabilitas sosial dan politik. Kepala daerah yang bisa menjaga kestabilan harga, terutama harga beras, akan mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat,” imbuhnya. */ima








