PANGKALPINANG, jendelapersada.com – Genap sebulan memimpin, Walikota Saparudin dan Wakil Walikota Dessy Ayutrisna (Udin-Dessy) langsung membawa dampak nyata bagi masyarakat Pangkalpinang. Berbagai program prioritas yang diluncurkan dalam 30 hari kerja pertama, mulai dari pembebasan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga inisiasi program gotong royong antisipasi banjir, menjadi bukti percepatan realisasi visi “Pangkalpinang Smart”.
Langkah awal pemerintahan Udin-Dessy dalam menjawab persoalan mendasar di tengah masyarakat, dimulai dengan menyatukan visi bersama seluruh Perangkat Daerah demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Kemudian dilanjutkan dengan percepatan pelaksanaan program 100 hari kerja yang mengedepankan nilai kolaborasi dan gotong royong.
Sehari setelah dilantik, kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat diluncurkan, yakni Pembebasan Denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kebijakan ini berlaku mulai 15 Oktober hingga 30 November 2025.
“Ini adalah upaya memberikan keringanan bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu, sekaligus membuka kran Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui partisipasi pajak,” kata Prof Udin dalam keterangan resminya yang diterima redaksi, Minggu (16/11/2025).
Komitmen
Selain itu, permasalahan klasik banjir di Pangkalpinang disikapi dengan program “Gotong Royong” mingguan yang menggerakkan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kelurahan hingga seluruh perangkat daerah, untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan titik rawan banjir. Program ini juga mendorong sinergi dengan masyarakat guna menciptakan Pangkalpinang yang bersih dan nyaman.
Komitmen di sektor pendidikan dan sumber daya manusia terlihat jelas dalam program 30 hari kerja ini. Prof Udin, yang berlatar belakang akademisi, menyerahkan bantuan beasiswa dan peralatan sekolah bagi 1.041 siswa PAUD, SD, SMP, dan peserta Pendidikan Nonformal (PNF) pada 7 November 2025.
“Kami berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah. Bantuan ini adalah bentuk komitmen pemerintah agar anak-anak Pangkalpinang menerima hak penuh atas pendidikan,” tegas Prof Udin.
Untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan revolusi industri, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang juga meluncurkan program PKP Siap Kerja. Langkah awal telah diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja dan sertifikasi kompetensi (SKKNI) yang melibatkan 32 generasi muda, bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung, Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Di sektor kesehatan, Udin-Dessy memprioritaskan layanan bagi warga lansia) dengan melakukan percepatan pembangunan gedung Geriatri di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUD-DH). Fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan yang ramah dan memadai bagi pasien lansia yang memerlukan penanganan intensif.
Tata Kota
Selama satu bulan terakhir, sejumlah aksi penataan kota dilakukan, termasuk relokasi pedagang untuk menata wajah Pasar Ratu Tunggal. Penataan ini bertujuan memperlancar arus lalu lintas dan menciptakan kenyamanan publik.
Respons cepat pemerintah juga terlihat dari langkah Wakil Walikota Dessy Ayutrisna dalam menanggapi keluhan warga mengenai kerusakan jalan, yang langsung dijawab dengan perbaikan segera demi keselamatan masyarakat.
Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga memastikan transparansi dan ketepatan sasaran bantuan sosial. Wakil Walikota Dessy secara langsung menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial RI kepada 183 kepala keluarga yang memenuhi kriteria, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak yatim piatu.
Dalam upaya mendukung program nasional pengentasan stunting, Pemkot meluncurkan “Gerakan Ibu Hamil Sehat” untuk menjamin asupan gizi dan pendampingan bagi ibu hamil.
Ekraf
Pemerintahan baru ini juga memberikan perhatian pada sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan pemuda. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Gema Ekonomi Kreatif (Gemekraf) 2025 oleh Dinas Pariwisata, yang menjadi wadah bagi UMKM, pelaku seni, dan pemuda untuk menyalurkan kreativitas.
“Anak-anak muda kita adalah generasi kreatif dan inovatif. Pemerintah wajib menyiapkan wadah agar mereka bisa menampilkan potensi terbaiknya. Mereka adalah masa depan kota ini,” tutup Udin, menanggapi antusiasme pemuda dalam festival tersebut.
Terkait 30 hari masa kerja ini, langkah pemerintah selanjutnya adalah fokus pada program 100 hari kerja yang masih berjalan, sembari mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah diimplementasikan. (ril/rz)









