Di Kelurahan Masjid Jamik, Jemari Renta Itu Dicium Walikota

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKALPINANG, jendelapersada.com — Di sebuah rumah sederhana bercat hijau lembut di Kelurahan Masjid Jamik, Pangkalpinang pagi itu. Cahaya yang masuk dari sela gorden abu-abu menimpa sebentuk pemandangan yang tak selalu hadir dalam riuh rendah urusan pemerintahan: seorang pemimpin daerah membungkuk, merendahkan diri di hadapan warganya yang renta.

Ermawati, 75 tahun, duduk di sofa biru pudar yang mulai menunjukkan usia. Di sampingnya, sebuah tongkat tripod berdiri tegak, alat bantu baru yang akan menemaninya melangkah setelah tubuhnya tak lagi setangguh masa mudanya. Tangan keriput perempuan itu terulur pelan, sedikit gemetar, ketika sosok berbalut busana Melayu teluk belanga merah pekat, Walikota Pangkalpinang Prof. Saparudin, menghampiri.

Bukan sekadar menyalami, ia menunduk lebih dalam. Menciumnya. Lembut, penuh takzim. Gerakan kecil, sederhana, tetapi cukup untuk membuat ruangan sempit itu seolah dipenuhi desir haru yang tak terlihat.

Wajah yang mulai berkerut itu terlihat sumringah, seperti senyum yang lahir dari rasa dihargai, dari perasaan bahwa dirinya masih dianggap bagian penting dari kota yang terus berubah di luar sana.

Baca Juga :  Dukung Program MBG Presiden Prabowo, Pangkalpinang Jadi Lokasi Peletakan Batu Pertama Pembangunan 80.000 Gerai Koperasi Merah Putih

“Terima kasih,” gumamnya, nyaris tenggelam oleh emosi.

Di sekitar mereka, para perangkat kelurahan, dinas sosial, dan pendamping yang hadir tak banyak berkata. Membiarkan keheningan berbicara, dan situasi mencatat sendiri maknanya.

Ermawati, salah satu dari penerima bantuan. Ada juga Sekar Robiatun (75), lansia penerima kursi roda. Alat mobilitas berupa tongkat tripod yang diterima Ermawati maupun kursi roda Sekar Robiatun merupakan bantuan dari program rutin  yang diberikan pemerintah kota pada Kamis (4/12/2025). Hari itu, bantuan terasa lebih dari sekadar penyaluran barang, tapi menjelma menjadi jembatan emosi antara pemimpin dan rakyatnya.

Prof Saparudin, atau Prof Udin sebagaimana warga kerap memanggilnya, tak sekadar datang untuk menyerahkan bantuan. Ia juga berbicara tentang layanan kesehatan khusus lansia yang segera diresmikan, tentang Unit Geriatri yang tengah disiapkan di RSUD Depati Hamzah, tentang program pemerintah yang akan terus berjalan untuk memperbaiki kualitas hidup warga sepuh di Pangkalpinang.

Baca Juga :  Fun Run 2025 Membludak, Pangkalpinang Didorong Jadi Tuan Rumah Event Marathon Nasional

Namun kata-kata itu, setidaknya hari itu, bukan yang paling mengena. Yang paling diingat adalah gestur. Sentuhan. Cium hormat di punggung tangan seorang perempuan tua.

Bagi Ermawati, bantuan bukan hanya pada tongkat tripod yang sekarang berada di sisinya. Tetapi pada rasa hangat yang menegaskan bahwa ia tidak sendirian. Bahwa negara, dalam wujud paling dekatnya: pemerintah kota, masih menaruh perhatian pada langkah-langkah kecil yang harus ia tempuh setiap hari.

Ketika rombongan bersiap meninggalkan rumah hijau itu, Ermawati kembali merapikan kerudungnya. Senyumnya belum pergi. Seperti ada tenaga baru yang mengalir melewati tongkat tripod di sampingnya.

Dan pagi itu, Kelurahan Masjid Jamik menyimpan satu kisah tentang rasa hormat. Bukan kisah besar yang mengubah sejarah, tetapi kisah kecil yang menghangatkan hati, bahwa dalam sebuah kota yang bergerak cepat, penghormatan pada yang sepuh masih punya tempat, masih punya wajah, masih punya makna. (aimy/ima)

Berita Terkait

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers
Kapolresta Kunker ke Polsek Gerunggang, Ivan Donny Soroti 16 Kasus Kebakaran: Warga Diminta Jangan Lalai!
Bregodo Bergerak, Gunungan Diarak, Tradisi Jawa Tetap Hidup di Kranggan 1
SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi
Arinda Unigraha Apresiasi DISPORA Pangkalpinang, Latih 30 Wirausaha Muda
Bencana Menggetarkan NTT, Mahasiswa Babel dan Lazismu Satukan Langkah Kemanusiaan
Mahasiswa dan LAZISMU Babel Gerakkan Solidaritas, Galang Dana Untuk NTT
Demokrat Pangkalpinang, Bersama Warga Rawabangun Gelar Gotong Royong dan Aksi Sosial
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 00:58 WIB

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers

Selasa, 8 September 2026 - 16:16 WIB

Kapolresta Kunker ke Polsek Gerunggang, Ivan Donny Soroti 16 Kasus Kebakaran: Warga Diminta Jangan Lalai!

Senin, 7 September 2026 - 12:19 WIB

Bregodo Bergerak, Gunungan Diarak, Tradisi Jawa Tetap Hidup di Kranggan 1

Minggu, 6 September 2026 - 21:52 WIB

SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi

Rabu, 2 September 2026 - 09:04 WIB

Arinda Unigraha Apresiasi DISPORA Pangkalpinang, Latih 30 Wirausaha Muda

Berita Terbaru

Bisnis

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:58 WIB