IGX 2025 Catat 15 Ribu Pengunjung, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Game Global

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jendelapersada.com – Indonesia Game Experience (IGX) 2025 resmi ditutup setelah empat hari penyelenggaraan di Gajah Mada Plaza, Jakarta, dan mencatat lebih dari 15.000 pengunjung. Ajang game terbesar di Indonesia itu dinilai berhasil menunjukkan kematangan ekosistem digital nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah industri game global.

Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Ir Soegiharto Santoso SH, menegaskan pentingnya kolaborasi nasional dalam mendorong pertumbuhan industri game. Ia mengatakan bahwa perjalanan IGX yang berlangsung di berbagai kota selama 2025 menjadi bukti kuatnya semangat inovasi dan kerja sama pelaku industri.

Soegiharto Santoso yang akrab disapa Hoky juga menyoroti dinamika wacana pembatasan game online pascainsiden di SMAN 72 Jakarta. Ia menilai bahwa pendekatan komprehensif melalui literasi digital jauh lebih efektif ketimbang pembatasan semata.

“Industri game tidak boleh dihukum, tetapi harus kita tata dengan literasi digital yang baik,” ucap Hoky, melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu (26/11/2025).

Mengutip studi Agate, ia menyebut bahwa pasar game Indonesia bernilai US$2,5 miliar dengan 3,37 miliar unduhan, namun 99 persen pasar domestik masih dikuasai game asing.

Baca Juga :  Densus 88 Gandeng Polda dan Pemprov Babel, Hidayat Arsani Dorong Generasi Muda Merdeka Dari Radikalisme Digital

“Kita harus melompat lebih jauh untuk memperkuat game lokal,” ujarnya.

Dukungan pemerintah terlihat melalui kehadiran Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan RI, Andi Syamsu Rijal. Ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong pengembangan game lokal melalui Perpres 19/2024 yang mengalokasikan pendanaan US$40 juta per tahun bagi developer Indonesia.

Hadir pula sejumlah tokoh industri dan korporasi besar, termasuk perwakilan Taiwan Trade Center Jakarta yang memperkuat kerja sama internasional di sektor teknologi dan game. Telkomsel, sebagai strategic partner, turut memberikan apresiasi melalui kehadiran Direktur Sales Stanislaus Susatyo dalam penutupan acara.

Selain pameran game dan turnamen esports yang melibatkan 1.500 lebih gamer, IGX 2025 juga menghadirkan kolaborasi budaya melalui Ethnic Digital Heritage Festival. Sesi “Keris Kamardikan di Era Digital” yang dipimpin Toni Junus dan KRA. Rivo Cahyono Setyonegoro menampilkan sinergi tradisi dan teknologi serta mengangkat filosofi keris sebagai simbol kreativitas dan spiritualitas.

Baca Juga :  Kericuhan Pecah di DPRD DIY, Sejumlah Orang Diamankan Petugas

IGX juga menjadi panggung bagi developer game lokal. Sejumlah karya Indonesia mencetak prestasi membanggakan, seperti Coral Island yang mencapai pendapatan lebih dari Rp317 miliar, disusul Potion Permit senilai Rp68,47 miliar. Ajang ini sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dan investasi baru.

Forum strategis IGX melahirkan empat rekomendasi utama: peningkatan literasi digital bagi pendidik dan orang tua, optimalisasi sistem rating game berstandar internasional, pengembangan game edukatif lokal, serta strategi penguatan daya saing developer Indonesia. Rekomendasi ini diyakini menjadi arah pembangunan ekosistem game Indonesia secara berkelanjutan.

Keberhasilan IGX 2025 semakin lengkap dengan penyelenggaraan RAPIMNAS APKOMINDO 2025 yang menghasilkan komitmen penguatan kegiatan asosiasi di seluruh daerah. Ketua Umum AGKDI sekaligus Ketua DPD APTIKNAS Jakarta, Hendri Andrigo Sutanto, menyebut bahwa IGX bukan hanya festival, melainkan momentum strategis membangun masa depan industri game dan teknologi informasi Indonesia. (ril/ima)

Berita Terkait

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi
Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual
Kericuhan Pecah di DPRD DIY, Sejumlah Orang Diamankan Petugas
Aksi Unjuk Rasa Memanas di DPRD DIY: Massa Kecewa Hanya Ditemui Dua Anggota Dewan dan Terus Paksa Masuk Gedung
Aksi Unjuk Rasa di Jogja Berlangsung Hingga Malam, Massa Bakar Kardus di Depan Barikade Polisi
Revitalisasi 214 Sekolah di Papua Telan Anggaran Lebih dari Rp 208 Miliar, Libatkan 2.821 Pekerja Lokal
Bukan Sekadar Gizi, Lazismu Babel Bidik Stunting Lewat Air Bersih
Richard Syam: Rumah Layak Huni Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Bantu Warga Hidup Lebih Layak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:19 WIB

Bukan Buahnya, Kulit Pisang Ambon Kini Diolah Jadi Permen Soft Candy, Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi

Senin, 2 November 2026 - 21:13 WIB

Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Bekali Kader Posyandu, Jahe dan Serai Ternyata Bisa Jadi Produk Bernilai Jual

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Kericuhan Pecah di DPRD DIY, Sejumlah Orang Diamankan Petugas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Aksi Unjuk Rasa Memanas di DPRD DIY: Massa Kecewa Hanya Ditemui Dua Anggota Dewan dan Terus Paksa Masuk Gedung

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Aksi Unjuk Rasa di Jogja Berlangsung Hingga Malam, Massa Bakar Kardus di Depan Barikade Polisi

Berita Terbaru