Kabar Gembira! Insentif Guru Non-ASN Naik Jadi Rp 400 Ribu, PIP Diperluas ke Jenjang TK

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jendelapersada.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan peningkatan insentif bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perluasan cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) ke jenjang TK pada Tahun Anggaran 2026.

Kepastian ini seiring penetapan pagu alokasi Kemendikdasmen Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 56,68 triliun dari pagu awal Rp 55 triliun, yang mendapat dukungan penuh dari Komisi X DPR RI.

Dalam Rapat Kerja Bersama di Jakarta, Rabu (26/11/2025), Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan dua program utama yang didanai dari pagu tersebut yakni peningkatan kesejahteraan guru non-ASN dan perluasan PIP.

Baca Juga :  Hari Santri di Mataram, Mendikdasmen Serukan Peningkatan Praktik Pendidikan Inklusi

Kemendikdasmen mengalokasikan Rp 14,13 triliun untuk aneka tunjangan guru non-ASN, yang meliputi tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan insentif.

Salah satu kebijakan krusial adalah kenaikan satuan biaya insentif pendidik non-ASN, dari semula Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu per orang per bulan. Kenaikan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi para guru non-ASN.

Sedangkan PIP tahun 2026 resmi diperluas cakupannya hingga jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Dengan total alokasi PIP sebesar Rp 13,83 triliun bagi 19,48 juta siswa, sebanyak 888 ribu siswa TK akan menerima bantuan sebesar Rp 450 ribu per tahun. Perluasan ini merupakan upaya pemerintah memastikan bantuan pendidikan merata sejak usia dini.

Baca Juga :  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Selain dua program tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut bahwa penguatan anggaran ini, termasuk alokasi Rp 14,57 triliun untuk pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, bertujuan agar program prioritas berjalan optimal dan memberikan dampak langsung bagi peserta didik dan guru di seluruh Indonesia.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI atas komitmen, dukungan, dan pengawalan untuk memastikan program-program prioritas Kemendikdasmen mendapatkan keberpihakan penganggaran,” ujar Mendikdasmen. (ril/ima)

Berita Terkait

SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi
BEM Pertiba Gerak Bersama, Galang Dana Peduli NTT dan Kalimantan
Marianto: Reses Bukan Sekadar Rutinitas, Aspirasi Warga Harus Jadi Dasar Pembangunan
Merdeka Fest Yakesma Babel, 39 Pelajar Terima Beasiswa dan Sahabat Pelajar
Buka Rakor Pendidikan, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Minta Kepsek Lapor Langsung jika Sarana Rusak
Wakil Wali Kota Pangkalpinang: Pendidikan Harus Membentuk Karakter dan Iman
Pangkalpinang Usulkan Revitalisasi 55 Sekolah ke Kemendikdasmen untuk 2026, Termasuk Sekolah Swasta
Wawako Puji Gen Z yang Kritis dan Idealis: “Mereka Percaya kepada Pemimpin yang Bisa Membuktikan”
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:52 WIB

SALUT Mega Cendekia Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Potensi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:26 WIB

BEM Pertiba Gerak Bersama, Galang Dana Peduli NTT dan Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Marianto: Reses Bukan Sekadar Rutinitas, Aspirasi Warga Harus Jadi Dasar Pembangunan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Merdeka Fest Yakesma Babel, 39 Pelajar Terima Beasiswa dan Sahabat Pelajar

Senin, 26 Januari 2026 - 18:44 WIB

Buka Rakor Pendidikan, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Minta Kepsek Lapor Langsung jika Sarana Rusak

Berita Terbaru

Bisnis

PJS Dan PWI Bateng Perkuat Sinergi Pers

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:58 WIB