JAKARTA, jendelapersada.com — Sektor ekonomi wellness di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 6,69% pada tahun 2024, menempatkan Indonesia di urutan ke-18 dunia dalam transaksi wellness tourism global.
Data ini disampaikan oleh Ketua Umum PILAR WELLSKIN, Annie Savitri, dalam acara “Wellness Tourism Appreciation Night 2025” yang diselenggarakan di Jakarta (21/11/2025).
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjadikan wellness sebagai fokus program tahun 2025, dengan rencana perluasan menjadi pariwisata berbasis budaya.
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, mengungkapkan bahwa Kemenpar telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan RI untuk harmonisasi dan penyelarasan program terkait kegiatan wellness.
“Kami melihat pentingnya pemutakhiran standar kurasi dan penghargaan yang terintegrasi dengan program strategis lintas Kementerian/Lembaga,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Selain standarisasi, Kemenpar juga mendorong program yang lebih inklusif, salah satunya melalui Inisiatif Profesional Wellness Disabilitas. Program ini sejalan dengan semangat SDGs dan telah menunjukkan partisipasi perempuan yang tinggi, mencapai 86,7% dalam peningkatan kompetensi di berbagai daerah.
Kemenpar juga mengumumkan akan membuka program Wonderful Indonesia Scale Up Hub (WISH) 2026 yang fokus pada Gastronomi, Wellness, Art & Culture, untuk mendukung pengembangan usaha dan akses permodalan. (*/ima)









