PANGKALPINANG, jendelapersada.com — Manajemen stres bagi kaum ibu kini menjadi kebutuhan utama guna menjaga ketahanan keluarga di tengah tekanan beban hidup yang kian kompleks. Aktivitas kolektif yang bermanfaat dinilai bukan lagi sekadar pengisi waktu luang, melainkan instrumen penting untuk menjamin keseimbangan kesehatan mental dan produktivitas perempuan.
Langkah ini dipandang sebagai strategi krusial dalam menekan beban psikologis sekaligus memperkuat posisi ibu sebagai pendidik utama di dalam keluarga. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan senam bersama memperingati Hari Ibu di Kota Pangkalpinang, Sabtu (20/12/2025).
Wakil Walikota Dessy Ayutrisna menyebut bahwa kegiatan positif seperti senam atau interaksi sosial lainnya sangat efektif untuk meredakan beban pikiran di tengah berbagai rintangan kehidupan.
Menurutnya, kesehatan batin seorang ibu adalah investasi jangka panjang bagi kualitas masyarakat. Ia memotivasi para ibu untuk aktif mencari ruang positif guna mereduksi beban pikiran yang muncul dari berbagai tantangan hidup.
”Tetaplah berpikiran positif dan lakukan hal-hal yang bermanfaat. Walaupun banyak rintangan atau masalah yang datang, melakukan kegiatan kolektif seperti senam atau interaksi sosial lainnya sangat efektif membantu meredakan beban pikiran,” ujar Dessy di hadapan para peserta.

Ia menilai, peringatan Hari Ibu tidak boleh terjebak dalam seremoni tahunan yang bersifat formalitas semata. Sebaliknya, momentum ini harus menjadi titik balik kesadaran bahwa ibu adalah garda terdepan pembangunan. Menurutnya, stabilitas sebuah pemerintahan dan kualitas masyarakat sangat bergantung pada kualitas para ibu di dalamnya
”Hari Ibu adalah pengingat bahwa jika para ibunya berkualitas, maka pemerintahan dan masyarakatnya pun akan baik. Ibu yang sehat secara lahir, batin, dan spiritual adalah aset terbesar dalam mencetak generasi masa depan yang unggul,” tambahnya.Dessy juga mendorong kaum perempuan di Pangkalpinang untuk terus melakukan up-skilling atau peningkatan kapasitas diri. Dengan memperbarui wawasan dan menjaga kesehatan mental, diharapkan para ibu mampu menjalankan peran strategis mereka secara optimal demi kemajuan daerah. (ril/rz)








