PANGKALPINANG, jendelapersada.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang tengah mematangkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025-2029. Proses ini ditekankan harus menghasilkan program yang secara lugas menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, terutama pada isu-isu krusial seperti kesehatan, pengelolaan sampah, penanganan banjir, dan kualitas pendidikan.
Wakil Walikota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, pada Selasa (25/11/2025), menegaskan bahwa rancangan RPJMD ini harus mencerminkan dan menawarkan solusi riil atas permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya memasukkan masukan dari elemen masyarakat, yang kemudian diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah.
“Forum ini bertujuan untuk menyerap masukan, saran, dan aspirasi dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya guna penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan daerah, sehingga sesuai dengan visi dan misi kepala daerah serta kebutuhan riil di lapangan,” ungkap Dessy.
Secara spesifik, wawako menyoroti empat isu strategis yang harus terakomodir dalam dokumen perencanaan lima tahunan tersebut yakni permasalahan kesehatan, sampah, banjir, hingga pendidikan yang selama ini menjadi keluhan dominan publik.

Dessy menambahkan bahwa penyusunan RPJMD ini bukan sekadar tugas teknokratis, melainkan “kompas pembangunan” yang berfungsi sebagai pedoman bagi seluruh jajaran pemerintah dan stakeholder terkait arah pembangunan kota ke depan.
“Alhamdulillah semuanya selaras dengan visi misi kita kemarin. Mudah-mudahan dengan adanya penyusunan RPJMD ini arah pembangunan Kota Pangkalpinang ke depannya sesuai dengan harapan masyarakat,” pintanya.
Ia berharap partisipasi publik dalam forum ini benar-benar menghasilkan program yang berdampak kepada masyarakat. (*/rz)









