Resmi! Coding dan AI Masuk Kurikulum Pilihan Kelas 5 SD, Informatika Wajib SMP-SMA

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jendelapersada.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi memasukkan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan yang dapat diikuti siswa sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk membekali generasi muda dengan literasi digital dan etika penggunaan teknologi, sejalan dengan tema “Rebuilding Social Trust in a Digital World” dalam Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (ICCCRL) di Jakarta, Selasa (11/11).

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi, termasuk AI, sangat penting sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Namun, ia menekankan perlunya literasi digital sebagai fondasi, yang mencakup kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, mengkreasikan, dan mengomunikasikan informasi secara bertanggung jawab.

“Literasi digital ini menjadi salah satu poin penting untuk menumbuhkan kepercayaan sosial dengan informasi-informasi yang disampaikan,” ujar Laksmi dalam diskusi panel tersebut.

Baca Juga :  Dessy Berbagi Perjalanan Politik dalam Kuliah Tokoh di Universitas Pertiba

Penerapan kurikulum teknologi ini mencakup dua mata pelajaran utama. Selain coding dan AI yang bersifat pilihan sejak kelas 5 SD, Kemendikdasmen juga mewajibkan mata pelajaran Informatika bagi seluruh siswa dari kelas 7 (SMP) hingga 12 (SMA/SMK).

Program ini dirancang untuk memastikan setiap anak memiliki pemahaman dasar tentang teknologi digital, termasuk etika penggunaannya. Kemendikdasmen juga telah menyiapkan berbagai panduan terkait penerapan literasi digital, termasuk panduan khusus untuk mata pelajaran informatika, coding dan AI, serta pemanfaatan AI bagi guru dan murid.

Dalam diskusi yang sama, Ismunandar, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Kebudayaan sekaligus Head of Adviser Day of AI Indonesia, menyoroti urgensi literasi terkait AI dan media sosial bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, literasi digital adalah keharusan agar masyarakat dapat menggunakan teknologi secara kritis.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tindak Tegas Kasus "Live Streaming" TKA, Pelaku Terancam Diskualifikasi

Ia menyebutkan inisiatif Day of AI yang menyediakan materi pembelajaran terbuka (open source) yang telah diterjemahkan dan dikontekstualisasikan untuk membantu guru mengajarkan AI.

“Esensinya ini memahami AI, etis dan responsibel, dengan materi yang inklusif untuk semua,” kata Ismunandar.

Sementara itu, Postdoctoral Researcher di Christian Doppler Laboratory for Recommender System, Irini Nalis-Neuner, dari sisi akademis, menekankan pentingnya digital humanism sebagai gerakan mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam penggunaan teknologi AI yang bertanggung jawab, untuk menumbuhkan kembali kepercayaan sosial.

Diskusi ini menyimpulkan bahwa pendidikan dan literasi digital menjadi kunci penting dalam membangun kembali kepercayaan sosial di dunia digital, melalui sinergi antara teknologi, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan. (*/ima)

Sumber : Kemendikdasmen

Berita Terkait

Buka Rakor Pendidikan, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Minta Kepsek Lapor Langsung jika Sarana Rusak
Wakil Wali Kota Pangkalpinang: Pendidikan Harus Membentuk Karakter dan Iman
Pangkalpinang Usulkan Revitalisasi 55 Sekolah ke Kemendikdasmen untuk 2026, Termasuk Sekolah Swasta
Wawako Puji Gen Z yang Kritis dan Idealis: “Mereka Percaya kepada Pemimpin yang Bisa Membuktikan”
Dessy Berbagi Perjalanan Politik dalam Kuliah Tokoh di Universitas Pertiba
Prof Saparudin Puji Wisudawan UT: Bekerja Sambil Kuliah Bukti Manusia Tetap Unggul dari Mesin
Kabar Gembira! Insentif Guru Non-ASN Naik Jadi Rp 400 Ribu, PIP Diperluas ke Jenjang TK
Pangkalpinang Peringati Hari Guru Nasional, Walikota Saparudin Ajak Guru Terus Berprestasi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 18:44 WIB

Buka Rakor Pendidikan, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Minta Kepsek Lapor Langsung jika Sarana Rusak

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:20 WIB

Wakil Wali Kota Pangkalpinang: Pendidikan Harus Membentuk Karakter dan Iman

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:13 WIB

Pangkalpinang Usulkan Revitalisasi 55 Sekolah ke Kemendikdasmen untuk 2026, Termasuk Sekolah Swasta

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:17 WIB

Wawako Puji Gen Z yang Kritis dan Idealis: “Mereka Percaya kepada Pemimpin yang Bisa Membuktikan”

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:28 WIB

Dessy Berbagi Perjalanan Politik dalam Kuliah Tokoh di Universitas Pertiba

Berita Terbaru